Rabu, 21 Maret 2018

KEIKENHOF, BELANDA HARI KE 2 NGEBOLANG KE EROPA BARAT (II)


Hari kedua di Amsterdam  kami ke Keukenhof, Taman yang isinya bunga Tulip indah dimana-mana.  Taman ini sangat luas dengan bunga tulip beraneka ragam warna dan jenis. Tidak cukup hanya denga kata-kata menggambarkan perasaan saat pertama kali masuk ke dalam gerbang dan mata kita dimanjakan dengan warna warni indah bunga tulip. Hanya bisa diam sejenak dan bersyukur Allah memebri kesempatan utnuk menikmati ciptaanNya yang indah ini. Kalau teman-teman ada yang ingin menikmati taman ini, disesuaikan waktu berkunjungnya dengan masa mekarnya tulip. Biasanya sekitar Maret  sd Mei saat musim semi. Menurut informasinya sih bukanya hanya sekitar dua bulanan. Beruntung sekali kami saat kesana seluruh tulip mekar dengan indah.
Untuk mengunjungi Keukenhof  kami berangkat dari Schipol, ada Bis yang rutenya dari dan ke Schipol,  tiketnya juga sudah cover bolak balik.  Di bandara Schiphol, pintu menuju ke Keukenhof ditandai dengan sangat jelas dan di dinding yang mengarah ke gerbang terminal Keukenhof selalu ada di dinding sehingga kita tidak perlu khawatir tersasar.  
Ohya Keukenhof ini tidak masuk area Amsterdam ya, Taman ini masuk wilayah Lisse  dekat dengan Leiden. 








Gerbang Keukenhof ditandai dengan tulisan KEUKENHOF warna hijau gede dan bendera belanda diatasnya, gerbangnya Cuma satu, dan seperti biasa di Eropa meski orang mengatakan rame, tetap aja tertib. Gak bakalan kesasar deh, petunjuk-petunjuknya jelas.
Saking terpana dan senengnya melihat Tulip, sampai saya gak sempat mengesplor semua sudut keikenhof, hanya duduk lama sendiri di tepi danau memandangi dan tak habis-habisnya bersyukur menikmati keindahan ciptaanNya.  Di bagian belakang ada kincir angin dan danau. 
Ohya yang menarik adalah tempat-tempat berfoto yang ada di beberapa tempat memungkinkan pengunjung berfoto di tengah rimbunan bunga tulip tanpa harus merusak bunganya.... Jadi ingat sepulang dari Belanda ada cerita tragis taman bunga amarilys di Yogya, bunganya hancur diinjak injak pengunjung hanya untuk sekedar berfoto. Miris...
Disini pengunjung benar-benar tertib, dan  memang sih rasanya sayang banget kalau sampai ada bunga yang rusak karena kesenggol atau terinjak hanya untuk ego dan kesenangan pribadi. (kesel mode on)
Disini pula saya duduk di dekat danau sambil melihat airmancur, ada juga bebek atau angsa... Subhanallah tiada henti bibir ini memuji keagunganMu.
Teringat datuk, ayahandaku, betapa dia sangat menyayangi cucu pertamanya, meletakkan harapan yang besar baginya, senantiasa memuji dan menyemangatinya. Disinilah saya sekarang dengan cucu kebanggaannya yang sedang menuntut ilmu di negeri orang, mengikuti jejak pak Habibie. Insya Allah. Aamiin
Teringat pula ibundaku yang pasti akan senang sekali jika melihat bunga-bunga ini. Semoga Allah SWT menempatkan mereka berdua di tempat terindah disisiNya.
Kembali lagi ke Keukenhof. Disini terdapat sekitar tujuh juta kuntum bunga yang ditanam setiap tahun (dari web keukenhof), Taman ini dibuat pada tahun 1949 oleh calon wali kota Lisse, yang merupakan kota kecil di dekat Amsterdam. Yaitu untuk membuat sebuah pameran bunga agar penanam bunga dari penjuru Belanda dan Eropa dapat memamerkan bunga yang akan membantu Belanda sebagai eksportir bunga terbesar di dunia. Dan Keukenhof telah menjadi sebuah taman bunga terbesar di dunia.
Bisa dibayangkan betapa cantiknya jutaan kuntum bunga yang mekar dengan aneka warna. Ada yang ditanam dengan lajur-lajur dalam warna dan bentuk kelopak yang sama, ada pula yang ditanam campur beberapa warna. Setiap Petakan menarik untuk diamati satu persatu.
Disini Mas Asyraf sempat pisah sebentar dicari-cari sama ibuknya, sampai panik juga.... aneh ya masa sih panik ha ha ha.  Entah karena ini tempat jauh jadi tiba-tiba terasa gimana gak ngeliat anaknya (ibuk-ibuk banget). Ternyata mas Asyraf sedang ke tempat yang jualan bibit tulip, trus disitu juga ada sejarah dan jenis-jenisnya.
Pinginnya lama-lama disini, tapi karena kami masih ada tujuan lain lagi ke Vollendam akhirnya dengan berat hati melangkah juga ke arah pintu keluar... sebelumnya icip-icip beragam keju yang tersedia di stand jualan keju. Jangan lupa beli kejunya juga.
Untuk souvenir jangan khawatir, banyak stand ata toko cendramata di dekat pintu keluar.
Mudah-mudahan jika Allah mengijinkan saya dan anak-anak masih bisa kesini lagi Insha Allah. Aamiin.
Yookk kaka asyraf, kita kesini lagi ya, sama dek Aan juga

Bogor. Maret 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar