Maafkan aku
ya man teman.. sampai lupa sambungan
ceritanya tentang Umroh Backpaker ini.
Pada bagian
ini saya cerita dikit ya bagaimana proses selanjutnya dari perjalanan umroh
saya dengan ala BACKPAKER>>>
Setelah tiket dah ditangan, gak banyak persiapan lagi selain nyiapin
apa-apa yang mau dibawa, nah inilah
gunanya list.. setiap sempet pantengin list,
coret yang udah ada, ini sih atas bantuan banyak orang deket yang dititipin apa aja,
obat-obatan, jilbab (jilbabku kiriman
mbak Sie Dewi, atau ce Dew..) jauh-jauh
dari cirebon, lha kan gak bakal sempat ke Tamrin city nyari jilbab panjang.. he
he. Trus baju gamis juga dibuatin ama kakak tersayang Kak Ida, yang bela-belain
jahitin sambil ditungguin...... bukan
karena sok-sok an pake jahit baju ya, masalhnya tubuh semampaiku gak bakal
dapat gamis yang pas, ambilukuran badan pasti kepanjangan, ambil panjang baju
pasti kesempitan.. bisa kebayang kan bagaimana posturku he he
Oh ya dengan
adanya grup WA dengan teman segrup seperjalanan, mulai tuh tukar-tukar info,
nanya-nanya dan sebagainya, fotoin koper yang kira-kira pas gak bakal over
bagasi, nanya beli obat dimana, apa aja diceritain. Saya yang biasanya pede aja
kalau mau jalan, sekali ini banyak nanya, kayak orang baru pertama kali le Luar
negeri.. he he... beda banget deh. Siapin lahir dan bathin soalnya. Gak sabaran pingin segera berangkat, Rindu Baitullah
dan gak tertahan lagi...
Sambil
buka-buka blog, catatan apapun tentang perjalanan umroh, buat nyari-nyari info,
maklum biasanya kemana-mana jalan sendiri,
jadi info dikumpulkan sebanyak-banyaknya.
Yang gak kalah penting ibadahnya ditertibkan ya, sambil tetap berdoa
semoga dilancarkan oleh Allah niat suci kita.
Akhirnya
sampai juga pada hari keberangkatan, grup kami ini transit di Kuala Lumpur,
maklum nyari penerbangan paling murah (Backpaker banget kan), nah pesawat Jakarta Kuala Lumpurnya ada 2
perjalanan, sebagian teman-teman yang bisa berangkat pagi peke L**n air, mereka memang berangkat awal
karena ada schedule city tour Kuala Lumpur. Sementara yang berangkat malam
memang dengan alasan masing-masing, kayak saya yang hari berangkat masih masuk kerja
setengah hari.
Jam 1 siang
ijin pulang, trus masih nata-nata koper, bka lagi, cek lagi... he he grogi to
the max deh. Akhirnya Bismillah berangkatlah
ke bandara dianterin hanya 3 orang, ehh
ada aja cobaannya, baru aja keluar rumah tetiba kejebak macet di Suryakencana,
kebayang gak sih betapa paniknya. Tapi
entah kenapa ya rasa pasrah bangett sambil berdoa, kalau memang Allah berkenan
pasti bisa sampai bandara tepat
waktu. Akhirnya keluar juga dari Kota
Bogor dan deng deng... sudah hampir jam 4 saudara-saudara.... kebayang ke
bandara gimana nih. Akhirnya tuh mobil
di kebut sampai sekenceng-kencengnya,
pas di Tol teman-teman sama mas
Musjeng sudah WA in udah sampai mana... udah sampai mana... khawatir juga
mereka. Alhamdulillah sampai juga dengan selamat sebelum magrib.
Sempatkan
sholat magrib, trus ketemu teman-teman serombongan, ada rasa gimana gitu...
apalagi yang anter Cuma bertiga.. he he. Malah biasanya berdua doang. Akhirnya berangkat juga kami ke Kuala Lumpur
tanpa ada halangan. Perjalanan ini
dimulai
Sesampai di
KLIA, kami disambut dan ketemu Tour Leader
yang baik cantik dan ganteng, mbak Sonaya (kami manggilnya mbak Aya),
sama mas Naufal.... Ketemu sama teman-teman segrup yang selama
ini hanya ngobrol di WA.. Senengnyaaa.
Ohya yang gak kalah seneng karena ketemu
keluarganya Andi ika yang
notabene sekampung dari Sulawesi,
berangkat bertiga Andi ika, mama dan tantenya. Jadi sedih dan seneng.
Lansung ingat alm Mama, jadinya ibunya
andi Ika kayak ibuku sendiri.. duduk di bis sukanya bareng-bareng... he he
ketahuan rindu ibu.
Selanjutnya
perjalanan KL-jeddah di jam subuh, hampir jam 5, tapi belum subuh sih, jadinya
subuhan di pesawat. Perjalanan panjang
Kuala Lumpur jeddah dilalui dengan banyak-banyak istigfar, baca doa apa aja
yang keingat, pokoknya mita dilancarin, diberi sehat sama Allah. Dan siangnya
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 9 jam sampailah kami di Bandar Udara King Abdul Azis Jeddah. Bayangan bandara yang rame pupus, karena
ternyata sepii pii,
Tapii nggak seru dong kalau gak ada drama, jadi ceritanya saya lupa nurunin tas backpack saya dari cabin, nah ini nih pelupanya kambuh. Soalnya backpack itu tadinya waktu perjalanan jakarta KL saya taroh di bagasi, pas penerbangan KL Jeddah saya bawa sebagai bagasi cabin demi mengurangi timbangan bagasi 😅. Untungnya nih ya para awak cabinnya baik banget, jadi dituruninlah tas saya, dan dititip sama jemaah yang sepesawat. Saya sempat ke counter lose and found. Tiba-tiba ada yang manggil yang namanya mbak zaenab mana ya.... alhamdulillah bener bener kerasa Allah itu sayang banget sama aku. Kebayang rempongnya kalau tas itu hilang, obat suntik, dan segala macam alat lenong ada disitu.
Lanjuutt Nah disini kami dijemput petugas yg ngurusin kami disana.. bapak yang namanya pak Soleh.. orangnya baikk banget. Dengan pake bis yang lumayan nyaman kami diantar ke Kota Madinah, sepanjang perjalanan seharusnya sih bisa tidur istrahat, tapi mana mau tidur kalau
perjalanan ini sudah dirindukan selalu diidam-idamkan... Sepanjang perjalanan hanya bisa bersyukur dan bersyukur akhirnya tiba juga di negeri kelahiran Rasulullah, negeri dimana islam diturunkan.
Berjuta perasaan berkecamuk, senang dan bahagia karena akhirnya bisa sampai disini dan terselip sedih dan mellow ketika melihat struktur dan landscape tanahnya yang berbatu-batu, jauh banget dengan Indonesia yang hijau royo-royo. Terbayang sulitnya Rasulullah saat itu berjalan ketika melaksanakan syiar juga ketika perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Kekaguman tumbuh membuncah di hati serasa mau meledak dada ini. Perasaan luar biasa yang pasti juga di alami oleh jamaah yang lain.
Setelah beberapa jam perjalanan, sampailah kami di kota Madinah AlMunawwarah, kota tempat Nabi berhijrah, kota dimana terdapat makam Rasulullah, tak bisa dilukiskan dengan kata-kata perasaan yang berkecamuk, hanya istigfar dan syukur kepada Allah tak henti-hentinya.
Kami menginap di hotel yang tak jauh dari Masjjid Nabawi, hanya 2 (dua) blok jauhnya, dan setiap saat bisa berjalan kaki ke masjid. Disini kami sekamar ber empat, masing-masing dapat tempat tiudur single. Memang beda dengan perjalanan-perjalanan saya sebelumnya yang mesti nyari kamar berdua atau sendiri, sekali ini berempatpun kami merasa sangat nyaman, tidak ada yang prortes semua guyub, bahkan saya senang banget karena sekamar dengan jamaah yang seperti anak sendiri, semua jauh lebih muda, bahkan ada 2 orang yang masih gadis. Serasa dengan keluarga sendiri, bahkan sekamarku baik banget ngurusin saat saya kurang sehat.
Setelah menunggu sebentar pembaguan kamar, kami berganti pakaian dan sekali lagi Alhamdulillah ini sholat saya yang pertama di Masjid Nabawi, tak terasa air mata menitik ketika sujud menyentuhkan kepala dan muka di masjid Nabawi.... Rindu kami padamu ya Rasul... Rindu kami padamu... Shalawat gak henti-hentinya terucap dalah hati..
Hari ini dan empat hari kedepan kami akan memaksimalkan ibadah di kota kecintaan rasulullah ini, kota yang diberi kemulian oleh Allah SWT menjadikannya tempat terbaik setelah Mekkah Almukarramah, kota tempat wahyu Alquran diturunkan, ibukota pertama kaum muslimin, disinilah para pejuang para syuhada muslim bertolak untuk membebaskan manusia dari kegelapan. Dikota inilah tatanan pemerintahan juga sosial kaum muslim dimulai, dikota ini pula kaum anshar dan Muhajirin dipertemukan. kebahagiaan tak terkira merasakan semua di kota ini. Yang pasti memaksimalkan ibadah disini sangat dianjurkan.
Selama di Madinah saya dan jamaah lain disiapkan makan3 (tiga) kali sehari prasmanan dengan menu yang berganti-ganti, saat makan itulah sempat bertemu dan berbincxang dengan jamaah dari tanah air juga, dan Subhanallah mereka berangkat dengan biaya 2 kali lipat dari biaya grup kami. Serasa Allah benar-benar menunjukkan ke saya bahwa jika memang keinginan dan niat sudah bulat Insha Allah akan bisa ke tanah suci.
Keseharian disini hanya ke masjid, dengar ceramah, mengaji dan banyak berdzikir, sekali-sekali ke swalayan untuk beli makanan dan minuman. Saran saya bagi teman-teman yang belum pernah atau baru kesini, perbanyak minum buah atau makanan bergizi dan vitamin. karena cuaca atau iklimnya beda dnegan Indonesia.
Selanjutnya saya akan cerita pengalaman pribadi yang kadang masih memnuatku spechless .. di tulisan saya selanjutnya ya
Tapii nggak seru dong kalau gak ada drama, jadi ceritanya saya lupa nurunin tas backpack saya dari cabin, nah ini nih pelupanya kambuh. Soalnya backpack itu tadinya waktu perjalanan jakarta KL saya taroh di bagasi, pas penerbangan KL Jeddah saya bawa sebagai bagasi cabin demi mengurangi timbangan bagasi 😅. Untungnya nih ya para awak cabinnya baik banget, jadi dituruninlah tas saya, dan dititip sama jemaah yang sepesawat. Saya sempat ke counter lose and found. Tiba-tiba ada yang manggil yang namanya mbak zaenab mana ya.... alhamdulillah bener bener kerasa Allah itu sayang banget sama aku. Kebayang rempongnya kalau tas itu hilang, obat suntik, dan segala macam alat lenong ada disitu.
Lanjuutt Nah disini kami dijemput petugas yg ngurusin kami disana.. bapak yang namanya pak Soleh.. orangnya baikk banget. Dengan pake bis yang lumayan nyaman kami diantar ke Kota Madinah, sepanjang perjalanan seharusnya sih bisa tidur istrahat, tapi mana mau tidur kalau
perjalanan ini sudah dirindukan selalu diidam-idamkan... Sepanjang perjalanan hanya bisa bersyukur dan bersyukur akhirnya tiba juga di negeri kelahiran Rasulullah, negeri dimana islam diturunkan.
Berjuta perasaan berkecamuk, senang dan bahagia karena akhirnya bisa sampai disini dan terselip sedih dan mellow ketika melihat struktur dan landscape tanahnya yang berbatu-batu, jauh banget dengan Indonesia yang hijau royo-royo. Terbayang sulitnya Rasulullah saat itu berjalan ketika melaksanakan syiar juga ketika perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Kekaguman tumbuh membuncah di hati serasa mau meledak dada ini. Perasaan luar biasa yang pasti juga di alami oleh jamaah yang lain.
Setelah beberapa jam perjalanan, sampailah kami di kota Madinah AlMunawwarah, kota tempat Nabi berhijrah, kota dimana terdapat makam Rasulullah, tak bisa dilukiskan dengan kata-kata perasaan yang berkecamuk, hanya istigfar dan syukur kepada Allah tak henti-hentinya.
Kami menginap di hotel yang tak jauh dari Masjjid Nabawi, hanya 2 (dua) blok jauhnya, dan setiap saat bisa berjalan kaki ke masjid. Disini kami sekamar ber empat, masing-masing dapat tempat tiudur single. Memang beda dengan perjalanan-perjalanan saya sebelumnya yang mesti nyari kamar berdua atau sendiri, sekali ini berempatpun kami merasa sangat nyaman, tidak ada yang prortes semua guyub, bahkan saya senang banget karena sekamar dengan jamaah yang seperti anak sendiri, semua jauh lebih muda, bahkan ada 2 orang yang masih gadis. Serasa dengan keluarga sendiri, bahkan sekamarku baik banget ngurusin saat saya kurang sehat.
Setelah menunggu sebentar pembaguan kamar, kami berganti pakaian dan sekali lagi Alhamdulillah ini sholat saya yang pertama di Masjid Nabawi, tak terasa air mata menitik ketika sujud menyentuhkan kepala dan muka di masjid Nabawi.... Rindu kami padamu ya Rasul... Rindu kami padamu... Shalawat gak henti-hentinya terucap dalah hati..
Hari ini dan empat hari kedepan kami akan memaksimalkan ibadah di kota kecintaan rasulullah ini, kota yang diberi kemulian oleh Allah SWT menjadikannya tempat terbaik setelah Mekkah Almukarramah, kota tempat wahyu Alquran diturunkan, ibukota pertama kaum muslimin, disinilah para pejuang para syuhada muslim bertolak untuk membebaskan manusia dari kegelapan. Dikota inilah tatanan pemerintahan juga sosial kaum muslim dimulai, dikota ini pula kaum anshar dan Muhajirin dipertemukan. kebahagiaan tak terkira merasakan semua di kota ini. Yang pasti memaksimalkan ibadah disini sangat dianjurkan.
Selama di Madinah saya dan jamaah lain disiapkan makan3 (tiga) kali sehari prasmanan dengan menu yang berganti-ganti, saat makan itulah sempat bertemu dan berbincxang dengan jamaah dari tanah air juga, dan Subhanallah mereka berangkat dengan biaya 2 kali lipat dari biaya grup kami. Serasa Allah benar-benar menunjukkan ke saya bahwa jika memang keinginan dan niat sudah bulat Insha Allah akan bisa ke tanah suci.
Keseharian disini hanya ke masjid, dengar ceramah, mengaji dan banyak berdzikir, sekali-sekali ke swalayan untuk beli makanan dan minuman. Saran saya bagi teman-teman yang belum pernah atau baru kesini, perbanyak minum buah atau makanan bergizi dan vitamin. karena cuaca atau iklimnya beda dnegan Indonesia.
Selanjutnya saya akan cerita pengalaman pribadi yang kadang masih memnuatku spechless .. di tulisan saya selanjutnya ya









