Hari
kedua di Amsterdam kami ke Keukenhof,
Taman yang isinya bunga Tulip indah dimana-mana. Taman ini sangat luas dengan bunga tulip
beraneka ragam warna dan jenis. Tidak cukup hanya denga kata-kata menggambarkan
perasaan saat pertama kali masuk ke dalam gerbang dan mata kita dimanjakan
dengan warna warni indah bunga tulip. Hanya bisa diam sejenak dan bersyukur
Allah memebri kesempatan utnuk menikmati ciptaanNya yang indah ini. Kalau
teman-teman ada yang ingin menikmati taman ini, disesuaikan waktu berkunjungnya
dengan masa mekarnya tulip. Biasanya sekitar Maret sd Mei saat musim semi. Menurut informasinya
sih bukanya hanya sekitar dua bulanan. Beruntung sekali kami saat kesana seluruh
tulip mekar dengan indah.
Untuk
mengunjungi Keukenhof kami berangkat
dari Schipol, ada Bis yang rutenya dari dan ke Schipol, tiketnya juga sudah cover bolak balik. Di bandara Schiphol, pintu menuju ke Keukenhof
ditandai dengan sangat jelas dan di dinding yang mengarah ke gerbang terminal
Keukenhof selalu ada di dinding sehingga kita tidak perlu khawatir tersasar.
Ohya
Keukenhof ini tidak masuk area Amsterdam ya, Taman ini masuk wilayah Lisse dekat dengan Leiden.
Gerbang
Keukenhof ditandai dengan tulisan KEUKENHOF warna hijau gede dan bendera
belanda diatasnya, gerbangnya Cuma satu, dan seperti biasa di Eropa meski orang
mengatakan rame, tetap aja tertib. Gak bakalan kesasar deh,
petunjuk-petunjuknya jelas.
Saking
terpana dan senengnya melihat Tulip, sampai saya gak sempat mengesplor semua
sudut keikenhof, hanya duduk lama sendiri di tepi danau memandangi dan tak
habis-habisnya bersyukur menikmati keindahan ciptaanNya. Di bagian belakang ada kincir angin dan
danau.
Ohya
yang menarik adalah tempat-tempat berfoto yang ada di beberapa tempat
memungkinkan pengunjung berfoto di tengah rimbunan bunga tulip tanpa harus
merusak bunganya.... Jadi ingat sepulang dari Belanda ada cerita tragis taman
bunga amarilys di Yogya, bunganya hancur diinjak injak pengunjung hanya untuk
sekedar berfoto. Miris...
Disini
pengunjung benar-benar tertib, dan
memang sih rasanya sayang banget kalau sampai ada bunga yang rusak
karena kesenggol atau terinjak hanya untuk ego dan kesenangan pribadi. (kesel
mode on)
Disini
pula saya duduk di dekat danau sambil melihat airmancur, ada juga bebek atau
angsa... Subhanallah tiada henti bibir ini memuji keagunganMu.
Teringat
datuk, ayahandaku, betapa dia sangat menyayangi cucu pertamanya, meletakkan
harapan yang besar baginya, senantiasa memuji dan menyemangatinya. Disinilah
saya sekarang dengan cucu kebanggaannya yang sedang menuntut ilmu di negeri
orang, mengikuti jejak pak Habibie. Insya Allah. Aamiin
Teringat
pula ibundaku yang pasti akan senang sekali jika melihat bunga-bunga ini.
Semoga Allah SWT menempatkan mereka berdua di tempat terindah disisiNya.
Kembali
lagi ke Keukenhof. Disini terdapat sekitar tujuh juta kuntum bunga yang ditanam
setiap tahun (dari web keukenhof), Taman ini dibuat pada tahun 1949 oleh calon wali
kota Lisse, yang merupakan kota kecil di dekat Amsterdam.
Yaitu untuk membuat sebuah pameran bunga agar penanam bunga dari penjuru Belanda dan Eropa dapat
memamerkan bunga yang akan membantu Belanda sebagai eksportir bunga terbesar di
dunia. Dan Keukenhof telah menjadi sebuah taman bunga terbesar di dunia.
Bisa
dibayangkan betapa cantiknya jutaan kuntum bunga yang mekar dengan aneka warna.
Ada yang ditanam dengan lajur-lajur dalam warna dan bentuk kelopak yang sama,
ada pula yang ditanam campur beberapa warna. Setiap Petakan menarik untuk
diamati satu persatu.
Disini
Mas Asyraf sempat pisah sebentar dicari-cari sama ibuknya, sampai panik
juga.... aneh ya masa sih panik ha ha ha.
Entah karena ini tempat jauh jadi tiba-tiba terasa gimana gak ngeliat
anaknya (ibuk-ibuk banget). Ternyata mas Asyraf sedang ke tempat yang jualan
bibit tulip, trus disitu juga ada sejarah dan jenis-jenisnya.
Pinginnya
lama-lama disini, tapi karena kami masih ada tujuan lain lagi ke Vollendam
akhirnya dengan berat hati melangkah juga ke arah pintu keluar... sebelumnya
icip-icip beragam keju yang tersedia di stand jualan keju. Jangan lupa beli
kejunya juga.
Untuk
souvenir jangan khawatir, banyak stand ata toko cendramata di dekat pintu
keluar.
Mudah-mudahan
jika Allah mengijinkan saya dan anak-anak masih bisa kesini lagi Insha Allah.
Aamiin.
Yookk
kaka asyraf, kita kesini lagi ya, sama dek Aan juga
Bogor.
Maret 2018



















